Dandan!

1161 Kata

"PAK RAFAEL!" Teriakan lantang Alana membuat langkah kelima pria yang sedang berjalan menuju pintu lobi pun terhenti. Satu laki-laki yang berdiri di barisan depan pun menoleh ke arahnya. Mata tajam dan serius miliknya berubah membelalak kaget, diikuti dengan gerakan tangan yang mengarah ke leher mengendorkan dasinya, terlihat sekali kalau dia sedang merasa tercekik atau mungkin tersedak ludahnya sendiri. "Ngapain dia rebahan di lantai sih?!" gumamnya lirih hampir tak terdengar. Rafael lalu menyerahkan tablet di tangannya pada salah satu lelaki yang berdiri di belakang. Lalu ia segera berjalan cepat, menghampiri perempuan yang kini menjadi pusat perhatian dari banyak orang di lobi, karena hardikan security dan kaki prostesis miliknya. "Alana..." gumamnya. "Bangun mbak! Cepat tinggalka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN