Kedua gadis itu menuruni tangga dengan perasaan was-was. Ada rasa takut sekaligus bercampur penasaran, baru beberapa langkah memasuki lantai satu tiba-tiba saja pintu depan digedor dengan keras. "Alana!" pekik Rafael. "Itu kan—" Nabilla terbata. "Ngapain sih dia kesini?" desah Alana merasa tak senang dengan kehadiran Rafael. "Gimana nih?" tanya Nabilla. "Kamu aja yang bukain!" Alana justru ingin kembali ke kamarnya. "Terus kalau dia tanyain kamu dimana, gimana jawabnya?" "Ya bilang aja kalau kamu gak tahu!" Alana kembali ke lantai atas. *** "Alana mana?" Seperti yang sudah Nabilla duga. Lelaki itu pasti langsung menanyakan tentang Alana. "D—dia...." Nabilla tak sanggup menerima pandangan penuh intimidasi dari Rafael. "Dia pasti disini, kan?" Rafael melongokkan kepalanya ke dal

