Entah sudah berapa lama Alana menatap ponsel di atas meja dengan pandangan kosong. Hingga ia mengabaikan semangkuk mie instan kuah yang disajikan Nabilla. Sama sekali belum tersentuh hingga kuahnya dingin dan mienya menjadi lembek. Selera makan Alana hilang sejak siang tadi, padahal perutnya belum terisi apapun tapi dia sama sekali tak merasakan lapar. Apakah sakit hati membuat perut kenyang? Ia melenguh, lalu membenamkan wajah diantara kedua lengan yang ia lipat di atas meja. Tak dapat dipungkiri, pikirannya sama sekali tak bisa merasa tenang. Ia merasa harus menjelaskan, dan meminta penjelasan kepada lelaki bernama Rafael itu, namun, ada bagian dirinya yang melarang. Sisi di dalam dirinya yang meyakini bahwa Rafael sengaja melakukan ini kepadanya. "Tuh kan mie-nya didiemin?" celetu

