Pengantin baru

1125 Kata

"Pindah ke kamar kelas tiga?" Rafael masih membutuhkan lebih dari satu menit untuk mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh suster tersebut. "Ini nggak lucu, apa sih maunya gadis itu," batinnya. "Ehm, bagaimana Pak? Apakah anda, mau saya tunjukkan dimana kamarnya?" tanya suster berpakaian putih bermotif batik hijau tersebut. Dia pun mengangguk. "Mari ikut saya..." Rafael pun ikuti langkah suster tersebut, kembali turun ke lantai satu, melewati beberap koridor panjang dan ruangan ICU. Koridor yang ia lewati sama sekali berbeda dengan koridor yang menghubungkan ruang VVIP. Tempatnya panas, sinar matahari menyengat dengan ganas. Suara ribut para penunggu pasien pun terasa mengganggu, belum lagi tikar yang digelar oleh mereka di depan kamar perawatan. Beberapa pasang mata memandang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN