Setelah bertemu Alana Nabilla keluar dan segera mendekati Rafael. "Bagaimana bisa anda, bapak CEO yang terhormat, meninggalkan Alana disana? Bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa dengan teman saya?! Apa anda bisa bertanggung jawab?" Nabilla langsung menyerang dengan nada tinggi. "S—sorry, Nabilla, waktu itu—" "Kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Alana, saya tidak akan tinggal diam. Ingat itu!" "Sorry...." Rafael menunduk. Dia hingga tak sanggup membela diri. Segala macam umpatan keluar bagai air terjun dari mulut gadis di depannya,tapi dia diam. Sebab jauh di dalam lubuk hati, Rafael sadar, dia bersalah. "Urusan kita belum selesai, Pak CEO!" ancamnya. Seseorang menelepon Nabilla, dan dia tergesa-gesa pergi, sembari mengangkat panggilannya. Rafael kini sendirian di rumah sakit

