Aku bergegas keluar, menuju kembali kedalam kamar. Sejurus kemudian aku mengurungkan niatku. Aku mendekati Darius, mengoyangkan badanya sekejap sebelum kemudian dia terbangun. Dia sedikit terkejut melihatku tapi dengan sigap berdiri. " Ada apa Nyonya?" Tanyanya. Aku tersenyum kearahnya. Meskipun Darius adalah bawahan Leonel yang bertugas untuk menjagaku, setidaknya dialah satu-satunya orang yang mulai memperlakukanku selayaknya manusia. Melihat betapa khawatirnya dia kemarin juga membuatku merasa bersalah kepadanya. " Anda masih lelah?" Tanyaku. Darius sedikit terkejut lagi ketika aku memangilnya anda. Tapi dia mengeleng sebagai jawaban dari pertanyaanku. " Apa yang anda butuhkan Nyonya?" Tanya Darius. Aku merindukan Bea. Ponselku aku buang entah kemana. " Bisakah kau menelfon Bea?

