Aku memutuskan untuk merebahkan diriku kekamar, berjalan pelan hingga melewati lorong tempat dimana dulu Leonel menyiksaku, mengirimkan gelombang kejut yang seketika membuat perutku mual. " Darius, apakah ruangan ini masih sama?" Tanyaku ke Darius. Darius terkejut mendengar pertanyaanku lalu dia membuka pintu Ruangan tempat dimana dulu aku dikurung. Sekarang telah diubah menjadi perpustakaan. Bahkan susunannya pun tidak menyeramkan, dengan banyak celah dan jendela sehingga banyak sinar matahari masuk. Hanya pintu ruang saja yang tidak diganti. " Tuan meminta menganti ruangan ini menjadi perpustakaan dan ruang kerja Nyonya. Tuan juga meminta untuk memberi lebih banyak cahaya di ruang-ruang gelap Nyonya" " Darius, kira-kira apa yang sedang Leonel dan Alberta lakukan?" Tanyaku. Kami ber

