BAB 47.

1058 Kata

Hera memainkan rambut panjang putrinya yang sedang terlelap. Raut wajahnya sendu memandang Putri kecilnya. Ketakutan itu di sana. Berada di dalam lubuk hatinya. Sesuatu yang mungkin saja terjadi menimpa putrinya seperti apa yang ia alami tadi. Hera belum juga tertidur sejak tadi. Banyak hal yang ia pikirkan sehingga membuat matanya sulit untuk terpejam. Seolah kedamaian untuk tertidur sudah lenyap darinya. Jam berapa sekarang. Hera tidak tahu. Ia hanya merasa waktu berjalan begitu lambat. Seolah Bulan menyembunyikan matahari dari dunia. Hera mendudukan dirinya. Merasa lelah terhadap hal yang sedang menimpa keluarganya. Adrian tidak harus menuupi hal ini darinya. Dia istrinya. Wajar bukan jika Hera ingin mengetahui tentang apa yang sedang terjadi. Hera memijit pelipisnya yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN