BERBAGAI MACAM perasaan tak keruan datang menyerbu layaknya serdadu rayap yang menebarkan beramuk-amuk senyar di benak Sakha. Bayangan di otaknya mengulang kilas balik saat uminya terus-terusan menanyakan Kenzie yang tidak datang pada jam besuk siang ini. Hingga tiba waktu malam, uminya tak berhenti uring-uringan hanya karena Kenzie tidak tampak menjenguknya di rumah sakit. Sakha tidak mengerti kenapa uminya itu tiba-tiba bersikap seperti seorang ibu yang sudah sekian lama ditinggal pergi merantau anaknya ke negeri seberang saja. Padahal sebelum ke sekolah tadi pagi, Kenzie bahkan sempat menemui uminya untuk membawakan bubur ayam. Anehnya lagi, tadi pagi juga uminya merengek-rengek agar Kenzie tetap menemaninya yang sama saja artinya menyuruh Kenzie bolos sekolah. Sakha sudah terus beru

