KENZIE memasuki dapur ketika didapatinya Bi Wati yang tengah mengaduk seduhan teh di dalam cangkir. Mengurungkan niatnya mencari camilan di lemari es, Kenzie beringsut ke samping asisten rumah tangganya itu dan bertanya, "Teh buat papa ya, Bi?" "Iya, Den," sahut Bi Wati diiringi senyum serta anggukan kepalanya. "Bibi antar dulu ke kamar bapak ya, Den." "Tunggu, Bi. Biar aku aja yang anterin." Kenzie menahan baki yang hendak diangkat Bi Wati. "Tapi, Den ...." "Udah, nggak apa-apa. Bibi sekarang istirahat aja." Tahu tugasnya akan diambil alih, Bi Wati masih merasa tidak enak hati. Namun, di detik berikutnya, Bi Wati kembali tersenyum ketika ia tidak bisa menolak permintaan putra majikannya itu. Lagi pula, mana mungkin Bi Wati menghalangi seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tua

