15 Maret 2006 Rumah Sakit Universitas Lentera Diwangtara PLESTER yang diberikan Ava sudah menutup rapat luka gores di lutut kanan Rissa akibat terjatuh dari ayunan tadi. Saat ini Rissa masih duduk di salah satu kursi taman yang disediakan pihak pengelola Taman Haruka. Kedua kakinya yang tidak sampai menyentuh tanah dibiarkan berayun-ayun sembari di dalam otaknya memutar kembali ingatan pertemuannya dengan Ava. Setiap mengingatnya, entah kenapa bibir Rissa seperti tidak bisa berhenti tersenyum. Rissa mengedikkan bahu ketika ia tersadar sudah cukup lama meninggalkan aula auditorium tempat mamanya dan rekan-rekan kerjanya di rumah sakit ini masih mengikuti acara family gathering. Mungkin sebaiknya Rissa kembali saja ke sana sekarang. Takut kalau mamanya mencari, walaupun sebelumnya Rissa s

