Luka dan Rasa Sakit

2530 Kata

KALI INI pun Rissa dan Kenzie kembali diperintahkan Bu Nur membawakan tumpukan buku usai berakhirnya jam pelajaran bahasa Indonesia di kelas mereka. Bukan ke perpustakaan, melainkan tumpukan buku PR anak-anak sekelas itu diminta Bu Nur menaruhnya di meja ruangan gurunya untuk dikoreksinya sendiri nanti. "Ken, kalau keberatan, sini aku bawain sebagiannya lagi," ujar Rissa di tengah perjalanannya dan Kenzie menuju ruang guru. "Nggak usah. Aku cowok, udah biasa sama yang berat-berat." Kenzie menyahut tanpa berniat memandang Rissa yang sedikit tertinggal jalan di belakangnya. Suara datar yang tidak lebih berkekuatan 40 desibel itu masih saja terdengar ketus di liang telinga Rissa yang senantiasa tertutup kain kerudungnya. Rissa memberengut masam dengan kedua biji matanya yang seolah-olah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN