THE KUVRET

2595 Kata

TAK terhitung berapa kali mulut Erlang terus meracau menyalahkan dirinya sendiri. Ia benar-benar menyesal sudah menimbulkan kekacauan yang berakar dari ketidakmampuannya mengontrol emosi. Pertengkarannya dengan Citra pasti didengar papanya. Karena itu pula papanya jatuh dari kursi roda hingga terkena serangan jantung. Hati Erlang masih berharap-harap cemas. Belum lagi matanya terasa panas sedari tadi. Gemuruh kecemasan tak henti berkelana dalam relung dadanya selagi ia belum sekalipun mendapat kabar perkembangan keadaan papanya yang masih berada di ruang IGD itu. "Kita doakan yang terbaik buat papamu." Rangkulan Kenzie pada bahunya menyadarkan Erlang bahwa yang dibutuhkan papanya saat ini jugalah kekuatan doa. Sepertinya ia pun harus berterima kasih pada Kenzie karena temannya itu da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN