"Segala kelemahan yang aku miliki selalu tertutup rapat. Namun denganmu, aku bisa menjadi seseorang yang tak harus menjadi sempurna." ~Evander Yudiswara. *** Gladys mengambil ancang-ancang untuk mengayunkan tangan. Bagaimana senyum Evander terpancar ternyata melukai sisi hati Gladys, saat kini sebuah tamparan melayang dan mendarat di pipi Evander dalam waktu yang amat sesingkat-singkatnya. Telak, tepat, dan kena sasaran. Tamparan yang membuat bola mata Evander membulat sempurna, bersamaan dengan rasa terkejutnya yang memenuhi ubun-ubun. Rasa panas menjalar dari pipinya yang kini mulai berdenyut. "Kau pikir kau punya segalanya, hah?" Menaikkan nada suara, Gladys mengeluarkan segala unek-unek dan apa yang dia rasakan. Tak mengendur, perempuan itu semakin menggertak gigi menahan amarah.

