Chapter 25 - Cassanova (II)

1338 Kata

"Kau di depan mataku lagi. Dengan sosok yang persis sama, namun mengapa tak ada secuilpun kenangan yang tersisa padamu?" ~Gladys Amara. *** Evander mematut dirinya di depan cermin. Memperhatikan dengan saksama bagaimana tubuh kokoh dah kuat itu terbalut kemeja berwarna abu-abu muda, yang juga ia sandingkan bersama celana chinos paniang yang berhenti hingga semata kaki. Menaikkan dagu, sang pewaris tahta menatap pantulan dirinya dengan lekat, diam-diam memuji dalam hati betapa hal yang diberikan Sang Pemilik Kuasa memang patut dia syukuri. Terbiasa untuk tampil penuh kharisma, entah mengapa kini Evander merasa sedikit khawatir, bila mana penampilannya sore itu tidak dalam performa yang semestinya. Berulang kali ia merapikan rambut yang telah dipoles sedikit gel, untuk memastikan rambut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN