"Ah, Sayang Fas.... Arggg..." Franda menghentikkan desahan seksinya saat rambutnya ditarik. Tubuhnya yang tadi tengah menyatu dengan sang kekasih, terlepas begitu saja. Membuat tubuh mereka saling berjauhan padahal sedang asoy-asoy-nya. Rahang Franda mengeras saat merasakan sebuah tangan mampir dipipi putihnya. Tamparan itu begitu keras, membuat rahangnya kaku dengan nyeri yang menyebar diseluruh wajah. "Wanita jalang! Berani sekali kamu menggoda suami Saya!" Franda menatap nyalang laki-laki yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada. Laki-laki itu adalah Fazarick Magrib. Dia begitu tanang berdiri dengan tangan yang terlipat di d**a, menatap remeh dirinya. Sialan! "Papi, Mami nggak nyangka Papi tega giniin Mami. Mami kurang apa?" jerit wanita yang tadi me

