Satu, Dua, Tiga, "Dorrr.." tubuh Faza terlonjak saat Ashar Magrib tiba-tiba saja datang, menganggetkannya, "ciee.. Nungguin Papah ya, Mamas? kekeh, Ashar membuat Faza mendengus. Tanganya masih memegang d**a, reflek tercepat karena aksi tak mutu sang papah barusan. "Duduk lagi! Duduk lagi! Yang nyaman kaya tadi Mas..." ujar Ashar Magrib, lalu melangkahkan kaki menuju kursi kebesarannya yang berada tepat diseberang Faza duduk. "Kaget?" tanya sang Papah. Belum juga Faza memberi jawaban, laki-laki yang membuatnya hadir di dunia itu kembali berucap, "lemah Kamu!" ucapan itu kontan membuat mata Faza melebar. Tua-tua keladi dasar, makin tua makin jadi, batin Faza. Sebutan itu memang paling cocok jika di sematkan untuk Papahnya yang sedikit kurang belaian

