Angel mendengus, ketika Faza lagi-lagi melakukan kenakalan. Laki-laki itu kembali membelai-belai perut telanjangannya. Saat ini mereka tengah berbaring di dalam hangatnya selimut, paska percintaan mereka yang entah ke berapa kali. Angel tak ingat. Yang ia tahu, ia telah dibodohi. Sebagai pemain anyaran, Angel mana paham kalau buaian percintaan begitu memabukkan. "Yang." Faza semakin mendekat ke arah Angel, membuat wanita itu ingin sekali mematahkan tangannya suaminya. Perempuan muda itu yakin, bahwa laki-laki tua dibelakangnya pasti akan melancarkan aksi modus lagi seperti beberapa puluh menit yang lalu. "Abang, Angel, kentutin lama-lama ya!" ancam Angel yang justru mendapat bahakan dari Faza di belakangnya. "Gemes, deh. Kentutin aja. Mas rela kamu kentutin Ngel. Tapi abis itu nambah

