Angel mengusap air mata yang terus saja jatuh saat Faza menceritakan kronologi pemecatan sepihak, pihak kampus tempat laki-laki itu mengajar. Di depan Papah mertuanya, Angel hanya bisa diam sambil meremas kemeja yang tadi dikenakannya menahan sakit dan teriakan yang ingin sekali ia lontarkan untuk laki-laki yang kini tengah bersimpuh dibawah kaki Mamah mertuanya. "Mas, Mamas nyakitin hati Mamah." Begitulah lirihan Vita; Mama Faza yang duduk disamping suaminya. "Maafin Mamas Mah. Mamas selama ini udah kecewain Mamah Papah, nggak jadi anak yang baik. Hidup bebas di luaran sana, sampai nggak perduliin Mamah demi satu wanita yang ternyata nggak baik buat Mamas." Ujar Faza yang berlutut dibawah kaki sang Mamah. "Pah, ini gimana? Mamah kan udah pernah bilang, Papa usir aja itu wanita secara

