Saat aku melangkah meninggalkan bangsal rumah sakit itu, aku diliputi penyesalan yang luar biasa. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu tadi. Seharusnya aku tidak menyerang Kirana saat wanita itu baru kembali dari batas ruang hidup dan mati. Aku mengutuk mulutku. Kalau saja aku bisa lebih mengendalikan mulutku. Aku cemas setengah mati melihat kondisi Kirana, tapi tetap saja seharusnya aku tidak menyerang Kirana seperti tadi. Sial! Masih menyesali perbuatanku, aku berjalan melewati koridor. Aku agak melamun dan tidak terlalu memperhatikan jalan. Aku baru sadar dari lamunanku tepat saat aku hampir menabrak seseorang yang berjalan dari arah berlawanan dariku. "Maaf," sapaku reflek sambil mendongak menatap pria yang hampir kutabrak. Aku kontan terdiam kaget saat melihat p

