Chapter 24 - Kirana

1705 Kata

    Rasanya aku tidak pernah segugup ini dalam hidupku. Saat namaku dipanggil untuk duduk di kursi pesakitan, rasanya tubuhku bergetar hebat. Kakiku terasa lemas, seolah tak kuat menopang berat badanku. Aku butuh usaha luar biasa keras untuk memaksa seluruh tubuhku bergerak sesuai dengan yang seharusnya. Ketika aku berhasil duduk di tempat yang memang sudah disediakan untukku, baru aku bisa bernapas lebih lega.     Perlahan, aku mulai menatap sekelilingku. Namun hanya tiga detik, aku reflek menunduk, memilih memandang lantai ruangan sidang itu. Semua mata, baik para juri, Hakim maupun sekedar penonton sidang, tidak ada satupun yang tidak melihatku. Semua menatapku dengan pandangan antara penasaran, benci, atau jijik luar biasa. Semua tatapan itu mengintimidasiku. Daripada aku kesulitan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN