“Bagaimana keadaanmu?” tanya Rain yang masih menunggu Wanda di ruang pemulihan. "Takut, Kak. Itu tadi lebih menakutkan daripada ketika berada di pintu masuk Taman Bunga Resi," tutur Wanda sudah berhenti menangis. "Minum dulu." Rain membantu Wanda untuk duduk hingga bisa meminum cokelat hangat yang dibuatkan oleh Nira-penyihir penyembuh sekolah. Rain menggenggam tangan Wanda, masih bersabar sampai gadis itu tidak ketakutan lagi. “Ini salahku, aku mengikuti mereka diam-diam dan Velia memergoki tindakanku. Velia tahu kalau aku takut dikejar anjing maka dari itu mengirim mantra agar aku tidak menganggu mereka.” Ujung jubah Wanda sudah kusut karena diremas-remas. “Aku sungguh s**l hari ini, tadi pagi aku juga digagalkan oleh Lory saat hendak memberikan ramuan Hearteak," keluh Wanda.

