Kembali Pulang

1932 Kata

Wanda menarik Rain menjauh. "Bukankah kita tidak boleh ikut campur di masa sekarang? Lebih baik kita segera mencari cara untuk pulang." "Kamu benar," ucap Rain sambil mendekati Guntur dan Velia. "Tur, katamu kamu punya teman yang bisa memperbaiki alat ini." "Benar, aku aku antar ke sana," jawab Guntur lalu bangkit berdiri. "Terima kasih sudah memberitahukan tentang rahasia tato ini dan bagaimana cara untuk mengendalikannya." Guntur mengangkat tangannya sekilas. Mereka bertiga mengikuti Guntur melewati jembatan dari kayu yang lebarnya sekitar 60 cm untuk menyeberang melewati rumah demi rumah pohon menuju ke rumah teman Guntur. Guntur mengetuk pintu sebuah rumah dengan warna kuning cerah yang terdengar begitu berisik hingga harus mengetuk lebih keras lagi. Tak lama kemudian sebu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN