Chapter 28 : Lembaran Baru

2144 Kata

Enam tahun kemudian.. "Bundaaa." Seorang anak laki-laki merengek sambil memegang salah satu hidungnya yang disumpal dengan kapas akibat darah yang terus keluar dari sana. Seorang wanita berambut hitam berwajah cantik itu hanya melihat anak laki-lakinya dengan tatapan hangat. "Jangan berantem lagi ya nanti." Ujarnya dan anak laki-laki itu hanya merengek lalu menangis, wanita itu tersenyum dan segera membenarkan baju anaknya yang terlihat sangat berantakan, dia mengusap nametag anaknya yang miring karena tadi habis bertengkar dengan anak lain. Rafa Ryandra Saputra Wanita itu langsung tersenyum saat melihat nametag anaknya kembali lurus. "Ibu Ranty." Wanita itu berhenti membenarkan baju anaknya dan segera berdiri melihat seorang guru muda yang tersenyum kearahnya. *** "Bagaim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN