Ranty menatap dirinya di cermin. Dia sama sekali tidak meyangka akan begini jadinya, Fabian menyatakan cinta padanya terang-terangan. Jadi ini maksud dari perkataan Diana tadi? Dia harus menjaga Fabian? Jadi ini alasannya. Sekarang dia tak tau harus bagaiamna, karena dirinya sendiri saja bingung dengan semua ini. Kenapa dia sama sekali tidak sadar kalau Fabian ternyata menyukai nya? Kenapa selama ini dia hanya diam dan sekarang merasa dirinya lah yang paling bodoh. "Jadi, ada orang yang ngelamar lo?" Tanya Cindy dari balik telepon dan Ranty menjawab iya, karena dirinya juga pusing dan tidak tau harus cerita ke siapa. "Ganteng nggak?" Malah pertanyaan itu yang keluar dari mulut Cindy. Ranty menghela nafas. "Cindy please." Ranty memohon dan Cindy hanya terkekeh di seberang sana

