PART 17

1654 Kata

Suara decakan terus meluncur dari mulut satu-satunya orang yang berada di ruangan sepi di mana hanya ada jenazah yang sedang terbaring di ranjang. Jenazah yang sudah terbungkus kain kafan dan siap dimasukan ke dalam peti.  “Ck, si Geundis itu benar-benar merepotkan. Malah pergi begitu aja lagi padahal kerjaannya belum selesai,” gerutu orang itu yang tidak lain merupakan Davin.  Dia kini berjalan menuju wastafel dan mencuci lengannya. Dia memakai sabun dan terus menggosok-gosok tangannya hingga berbusa. Karena tadi dia sudah selesai memandikan jenazah, dia merasa tangannya masih saja kotor walau sudah berulang kali dia cuci.  Srek  Davin tersentak saat tiba-tiba mendengar suara aneh. Refleks lehernya memutar ke samping, kepalanya menoleh ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN