PART 16

1693 Kata

Baik Geundis maupun Viona baru berhenti berlari setelah mereka cukup jauh dari toilet. Napas mereka terengah-engah dengan d`ada yang naik turun dengan cepat. Mereka masih ketakutan apalagi bulu kuduk merinding yang mereka rasakan belum hilang walaupun sudah menjauh dari toilet tadi.  “Tadi kamu kenapa teriak, Suster Geundis?” tanya Viona karena dia penasaran apa yang dilihat Geundis sampai berteriak kencang dan berlari menghampirinya. “Tadi aku melihat hantu itu lagi.” “Hantu wanita yang Suster ceritakan, masih ada di bilik nomor tiga?” Geundis mengangguk-anggukan kepala. “Masih, Sus. Seremnya lagi dia dibungkus kain kafan sekarang. Dia mau menghampiri saya, Sus. Makanya saya teriak tadi.”  Viona bergidik ngeri, dalam hati merasa beruntung karena tak melihat penampakan hantu itu seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN