“Jawaban semua misteri ada di ruang Anggrek nomor 6.” Kalimat itulah yang terlontar dari mulut Pak Herman beberapa menit yang lalu, tapi setelah Geundis mendatangi ruangan itu meski harus dengan mengerahkan seluruh keberanian yang dia miliki, ternyata yang dia lihat begitu membuka pintu adalah sebuah kamar yang dalam kondisi kosong. Itu jelas ruang pasien, bahkan nama pasien tertera di pintu. Geundis ingat nama pasien yang seharusnya menghuni ruangan ini adalah Sumi. Wanita berusia sekitar 60 tahunan. Namun, ke mana pasien itu berada karena kondisi kamar benar-benar kosong? Hanya terlihat ranjang yang berantakan pertanda seseorang pernah berbaring di sana. “Permisi!” Geundis tak berani langsung masuk begitu saja sehingga dia pun meminta izin terlebih dahulu, tapi karena tak mendapat

