“Aarav, kamu kok ke sini?” Orang itu yang tidak lain merupakan Aarav memicingkan mata mendengar Geundis yang alih-alih menjawab pertanyaannya justru balik bertanya. “Aku kan mau makan siang. Kamu sendiri kenapa ada di sini? Bukannya istirahat aja di apartemen malah ke sini?” Tatapan Aarav kini tertuju pada Suster Viona yang masih berdiri di tempat dengan tangannya yang digenggam erat oleh Geundis. “Terus Suster Viona kenapa tangannya kamu pegang gitu?” “Ah, itu soalnya Suster Vio mau pergi, padahal makannya belum selesai. Suster Vio marah karena aku banyak nanya tadi.” “Suster Geundis,” tegur Suster Viona yang tidak suka masalah pribadi mereka diceritakan di depan orang lain sekalipun orang itu merupakan tunangan Geundis. “Iya, iya, bercanda kok. Makanya ayo Suster Vio dilanjutin m

