PART 60

1866 Kata

Ditemani Rima, Geundis kini sedang berdiri di depan rumah sakit, menunggu kedatangan Aarav karena Geundis sudah meneleponnya tadi. Hanya saja suasana di sana sangat canggung sekarang karena Geundis sebenarnya tak enak hati sudah dibantu sampai ditemani seperti ini oleh wanita yang berstatus sebagai pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.  Diam-diam Geundis terus melirik Rima yang berdiri di sampingnya. Wanita itu sangat cantik bahkan sebagai sesama wanita, Geundis mengakuinya. Wanita itu terbilang masih cukup muda, padahal sudah cukup sukses dalam berkarir karena itu sampai memiliki rumah sakit swasta yang besar dan cukup terkenal di kota besar sekelas kota Jakarta.  “Kenapa Suster Geundis menatap saya terus dari tadi? Ada yang aneh dengan wajah saya?” Geundis tercekat, terkejut tentu sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN