PART 59

2057 Kata

 Tatapan Geundis masih menyiratkan keterkejutan yang mendalam, dia berulang kali  menatap wajah Rima lalu beralih pada Davin yang alih-alih balas menatap Geundis, pria itu justru membuang wajah ke arah lain. “Davin, kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu lagi apa di sini? Malam-malam begini?” Davin mendelik tajam pada Geundis. “Itu bukan urusan kamu. Jangan sok peduli dan jangan banyak nanya.” Padahal Geundis sudah terbiasa mendengar Davin yang bicara ketus padanya, tapi kali ini  ... entahlah, Geundis merasa tersinggung mendengarnya.  “Aku kan nanya baik-baik. Kenapa sih kamu selalu jawabnya ketus? Emang salah kalau aku peduli sama teman sendiri?!” Geundis sedikit membentak seolah dia lupa di sana mereka tak hanya sendirian, melainkan ada Rima juga. Sosok wanita yang seharusnya dihorma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN