“Kamu bicara apa sama pria itu, lama sekali?” Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut Aarav begitu Geundis tiba di dekatnya. “Dia nanya tentang kejadian semalam. Soalnya nggak kayak kamu yang gak percaya sama ceritaku, dia percaya semalam aku lihat hantu mengenakan scrub itu makanya bawa Cindy pergi dari ruangannya.” “Emangnya dia pernah lihat juga hantu itu?” Geundis menggelengkan kepala. “Nggak, tapi dia percaya aku nggak bohong. Lagian dia sekarang percaya kok kalau rumah sakit ini angker karena udah ngalamin sendiri kejadian serem. Eh, tapi dibandingkan ngomongin Davin, ada sesuatu yang mau aku tanyain sama kamu.” Tak ingin berbasa-basi lagi, Geundis memilih langsung berbicara pada inti permasalahan. “Apa?” balas Aarav dengan satu alis terangkat karena dia menyadari Geundis

