PART 22

1875 Kata

“Davin, kamu lagi apa di sini?” tanya Geundis heran karena melihat pria itu tiba-tiba muncul. Sosok pria yang begitu menyebalkan dan selalu merusak suasana hatinya.  Seolah mengabaikan keberadaan Aarav di samping Geundis, Davin melangkah maju dan kini berdiri tepat di depan Geundis yang sedang duduk di kursi, tepat di sampingnya ada Aarav yang juga sedang duduk sambil merangkul pinggang Geundis.  “Tadi aku dengar kabar tentang kejadian yang menimpa kamu semalam. Itu kenapa bisa begitu? Apa yang terjadi?”  Geundis mengembuskan napas pelan. “Aku cerita juga kamu nggak akan percaya. Jadi, udah deh. Nggak usah sok peduli sama aku,” jawabnya ketus, masih kesal karena kejadian kemarin.  “Aku serius nanya. Kamu kenapa bisa sampai membuat pasien jadi kritis? Nggak mungkin kan tanpa alasan. Jan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN