Hal yang ditakutkan Geundis benar-benar terjadi, hingga esok hari kondisi Cindy masih kritis, walau deru napasnya sudah kembali normal karena dokter yang menanganinya semalam berhasil menyelamatkannya tepat waktu. Hanya saja anak itu masih belum sadarkan diri. Dia kini terbaring lemah di ruang ICU dengan alat pendeteksi jantung yang terpasang di dadanya. Juga alat pernapasan yang terpasang di hidung untuk membantunya bernapas. Geundis menatap sosok Cindy yang terbaring lemah di brankar dari balik kaca jendela ruang ICU. “Suster Geundis.” Geundis yang sedang menangis sambil menatap Cindy pun berbalik badan begitu mendengar sebuah suara memanggilnya. Ternyata itu suara Viona yang entah mengetahui dari mana Geundis sedang berada di ruang ICU. “Aku tadi mendengar berita tentang kejadia

