“Bukan begitu, Pak. Saya nunggu Pak Herman di sini bukan karena mau nanyain Davin kok. Tadi itu kebetulan aja kita jadi ngebahas dia,” ucap Geundis mencoba menjelaskan agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut, bisa bahaya jika Pak Herman bicara yang tidak-tidak pada Davin nanti. Padahal tidak sedikit pun Geundis berniat membicarakan tentang Davin awalnya. Pak Herman terkekeh, jelas melihat Geundis jadi salah tingkah dalam duduknya. “Nggak apa-apa padahal kalau sengaja mau bahas Den Davin juga. Dia emang misterius kan orangnya?” “Sok misterius dan nyebelin lebih tepatnya, Pak. Dia itu kalau bicara pedas banget kata-katanya, sering bikin sakit hati.” Pak Herman kini tertawa, padahal Geundis serius mengutarakan isi hatinya. “Den Davin memang begitu orangnya sejak dulu, Neng. Tapi aslinya

