PART 57

1988 Kata

Tepat pukul 17.23, Geundis tiba di apartemen. Dia membuka pintu tanpa ragu karena dia juga memegang kartu yang menjadi kunci untuk akses membuka pintu yang dalam kondisi terkunci tersebut. Dia pun masuk ke dalam dan mengedarkan tatapan ke sekeliling, berharap begitu masuk ke dalam sosok Aarav yang akan dia temukan. Namun, nihil karena suasana sepi yang dia temukan. Keberadaan Aarav tak dia lihat di mana pun.  “Rav!” teriak Geundis, berharap Aarav akan mendengarnya dan menyahuti, tapi lagi-lagi hanya keheningan yang didapatkan Geundis.  Geundis berdecak. “Aarav ke mana, ya? Kok sepi? Apa lagi di kamarnya, ya?”  Setelah bergumam untuk mengungkapkan semua pertanyaan yang ada di benaknya, Geundis pun melangkah menuju tangga. Dia akan mendatangi kamar Aarav untuk memastikan pria itu adakah d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN