“Kita mau ke sana?” tanya Aarav, meminta pendapat Geundis harus menghampiri Rima yang memanggil mereka atau berpura-pura tidak dengar dan tetap melanjutkan perjalanan. “Bu Rima manggil kita, ya udah berarti kita harus ke sana. Gak sopan kan kalau kita gak nyamperin ke sana?” Aarav mengangguk setuju, mereka pun berjalan beriringan menuju meja tempat Rima dan Davin sedang duduk bersama. “Selamat siang, Bu,” sapa Geundis ramah setibanya di dekat meja mereka, keberadaan Davin yang duduk di seberang wanita itu tidak dipedulikan sedikit pun oleh Geundis. Dia masih kesal dengan kejadian semalam di mana sikap Davin sangat menyebalkan. “Selamat pagi juga, Suster Geundis. Kok Suster datang ke rumah sakit? Saya pikir Suster libur hari ini?” “Iya, saya libur kok, Bu,” sahut Geundis. “Libur ta

