Bab 16

2661 Kata

Kevan menatap pantulan wajahnya di depan cermin, meneliti warna kebiruan yang mulai memudar di sekitar wajahnya, warna kebiruan yang Rizkan ukir di wajahnya yang membuatnya harus mengambil cuti kerja sampai memar tersebut hilang. Ia tak menaruh dendam ataupun berniat untuk membalas adik sepupunya itu sama sekali. Ia tahu diri. Dan ia tahu bahwa memar yang menenuhi wajahnya ada karena dirinya sendiri. Membasuh wajahnya dengan air sebelum mengambil pembersih wajah miliknya, Kevan menyapu wajahnya dengan benda tersebut yang sudah berubah menjadi busa di kedua telapak tangannya dengan hati-hati. Setelahnya, ia kembali membilas wajahnya dengan air yang mengalir sambil menahan perih di sekitar sana. Kevan menghela napas panjang lantas kembali menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Belakang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN