Bab 17

1764 Kata

Kevan memilih untuk menunggu di luar saja saat Namira memintanya untuk menunggu gadis itu mandi sebentar sebelum mereka keluar siang ini. Ia benar-benar takjub dengan tingkah laku Namira yang tidak seperti perempuan-perempuan yang selama ini dijumpainya. Gadis itu bahkan belum mandi sejak pagi tadi. Jorok sekali. Untung Kevan sayang. Kevan menghampiri Nando yang masih sibuk dengan bola basketnya, memantul-mantulkan bola tersebut ke sana kemari sebelum memasukkannya ke dalam ring. Dan ia baru sadar bahwa Nando bermain basket di siang terik seperti ini. Pria yang sebaya dengan adik terakhirnya itu bahkan sudah bercucuran keringat, tetapi dia tetap bertahan di sana. “Kevin di rumah, Bang?’ tanya Nando saat ia melihat Kevan yang berjalan mendekatinya. “Enggak. Dari tadi pagi pergi sama teme

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN