“Nami mau izin pergi keluar sebentar, Pi, Mi. Nggak apa-apa, kan?” tanya Namira dengan kepalanya yang menunduk dalam, tak berani menatap kedua orang tuanya yang siang ini tengah duduk bersantai di pinggir kolam renang yang ada di rumah mereka. Sudah seminggu berlalu, dan selama seminggu itu pula Namira tak pernah sekalipun pergi keluar karena takut meminta izin kepada orang tuanya sekaligus memikirkan matang-matang mengenai keputusan yang ia ambil setelah kejadian yang mengecewakan kedua orang tuanya waktu itu. Dan jangan tanyakan tentang pekerjaannya sekarang, ia sudah resmi menjadi pengangguran karena ia sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya atas permintaan sang ayah. Kini, setelah satu minggu mendekam di dalam rumah seperti orang yang anti sosial, ia akhirnya memutuskan untuk kelua

