❤●♥●♥●❤ "Dipikir ini jaman apaan coba mbak, pake acara jodoh-jodohin segala" Aruna membanting pintu lemarinya setelah mengambil kemeja lengan pendek dan celana jeans. "Ya tapi kan kamu belum denger juga penjelasan dari bapak ibuk, main lari aja" sergah Arumi yang kini duduk cemas ditepian tempat tidur Aruna. Bagaimana tidak cemas, dulu saja ketika masih kelas dua SMP, Aruna pernah nekat pergi dari rumah setelah pertengkarannya dengan sang ayah. Dan berakhir dengan laporan pencarian orang hilang di kantor kepolisian. Jadi wajar saja jika kali ini Arumi merasa khawatir lagi, apalagi kini Aruna sudah mampu berpikir lebih dewasa. "Penjelasan apalagi mbak? tadi bapak jelas-jelas ngomong 'nge-la-mar', kayak gitu masa kurang jelas sih mbak" Aruna mengganti baju tidurnya dihadapan sang kakak

