Kasus 6 - Pembunuhan (5)

1075 Kata

"Sudah-sudah, napa jadi pada berantem, sih? Sayang, kan Papih udah bilang, jangan esmosi. Ntar cantiknya ilang loh," goda Komandan Sugi kepada putrinya. "Budu ah, Papih sama aja tuh sama dia, ngeselin," Rose melipat tangannya dengan kesal. "Mak, gak boleh bilang gitu. Kan komandan ayah kandungnya Emak," ucap Ory sambil menepuk pelan bahu Rose. "Nah iye, nih Ory pinter," balas Komandan Sugi dengan senyum khas kebapakannya yang berwibawa. "Udah, sekarang kita kudu gimana nih?" ucap Rose kemudian. "Ngeliat dari silsilah keluarga anak orabg kaya ini, semakin kuat dugaan bahwa si Nasruk tersangka yang membunuh istrinya. Yang perlu kita lakuin sekarang, mendapat pengakuan. Ataupun, mendapatkan senjata Pembunuhan," Raon meletakkan penggaris yang sejak tadi dia pegang ke atas meja. Dengan sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN