Ory dan Rose tiba di ruang rapat. Sementaran disana telah menunggu Raon dan Bobby. Beberapa menit kemudian, Komandan Sugi tiba. Komandan Sugi bertolak pinggang dan menggelengkan kepalanya melihat Raon. "Heh, human, harus ya lu nyuruh atasan lu ikut meeting segala. Bukannya kebalik?" protes Komandan Sugi. "Mas duduk dulu. Kalian, ngapain bengong gitu? duduk cepetan!" seru Raon kepada Ory dan Rose. "Lu mau ngapain, sih?" ucap Komandan Sugi lagi, sambil menarik kursi di depannya untuk duduk. "Kasus Pembunuhan Siti Jamilah, dua puluh delapan tahun ..." "Masih inget lu kasus itu? perasaan, gua sama Ory capek-capek cari bukti. Lu entah kemana ilangnya, dah kayak makluk halus," ucap Rose dengan kesal. Raon hanya menatap Rose sambil menghela nafas, lalu kembali mengarahkan penggaris yang dia

