40. Menahan Pedih

1984 Kata

Adrian berusaha membuka matanya yang masih berat ketika terdengar suara tangis seorang perempuan di dalam kamar. Ia menoleh ke samping kanannya, tidak ada Zara di sana. Ia pun mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dilihatnya Zara sedang duduk bersimpuh di atas sajadahnya di sudut kamar. Sengaja Adrian tak bergeming dari tempatnya. Ia tak ingin mengganggu Zara yang sedang khusyuk berdoa. Sesekali terdengar suara tangis yang tertahan. Ingin rasanya Adrian segera bangkit dari tempat tidurnya dan memeluk kekasih hatinya itu, tapi sepertinya Zara pun tidak ingin Ia memergokinya. Adrian memilih diam dan menunggu esok pagi setelah Zara sudah lebih tenang untuk menanyakan kegundahan hatinya. Adrian kembali memejamkan matanya dan menunggu Zara kembali berbaring di sampingnya. Malam ini pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN