41. Dua Garis

1240 Kata

Pagi itu sebelum Adzan subuh berkumandang, dengan tergesa-gesa Zara keluar dari dalam kamar mandi dengan membawa sesuatu di tangannya. Ia setengah berlari hingga membuatnya hampir saja terpeleset di depan kamar mandi. “Mas…” panggil Zara pelan sambil mengguncang tubuh suaminya yang masih tertidur lelap. “Maaasss…” panggilnya sekali lagi agak keras. “Bangun Mas…” Perlahan Adrian membuka matanya dan menguceknya beberapa kali. Dilihatnya wajah Zara sudah sangat dekat dengan wajahnya. Ia melirik ke arah jam dinding, masih pukul setengah empat pagi. “Kenapa sayang? Masih jam berapa ini?” tanya Adrian yang awalnya mengira Zara membangunkannya karena sudah masuk waktu Subuh. “Liat deh Mas apa yang aku pegang?” tanya Zara dengan senyum lebar. Ia menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN