Zara sedang berada di dapur membuat sarapan untuk Adrian ketika tiba-tiba perutnya terasa tidak nyaman. “Kenapa Mba? Mba Zara sakit? Sini biar Bibi aja yang terusin Mba.” Kata Bi Warti menawarkan diri ketika melihat Zara memejamkan mata sambil tertunduk, tangannya menahan tubuhnya di atas meja dapur seperti menahan sakit. “Ngga papa kok Bi. Ni tinggal sedikit lagi…” kata Zara sambil meneruskan membuat telur setengah matang. Pagi ini Zara membuatkan alpukat kerok yang dioleskan di atas roti panggang dan dua buah telur setengah matang untuk sarapan Adrian. Baru saja Zara menata sarapan di atas piring, tiba-tiba perutnya benar-benar terasa mual. Ia berusaha memuntahkan isi perutnya di wastafel cuci piring agar terasa lega. Bi Warti segera mendekati Zara. “Tuh kan Mba… Mba Zara sakit?” t

