43. Prahara

1512 Kata

Sepanjang perjalanan Zara terdiam, pikirannya kalut. Ia bingung bagaimana nanti harus menjelaskan kepada Mila dan Adrian. Air mata tak hentinya menetes membasahi pipi. Ia tak menyangka kejadiannya akan seperti ini, begitu cepat. Ia pun sedikit menyesal. Andai saja pagi tadi Ia menuruti perkataan suaminya untuk tidak pergi pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Andai saja saat di mobil Ardi tadi Ia menolak diajak ke kerumahnya untuk memulihkan kondisinya, pasti Mila tidak akan memergokinya berada di rumah Ardi. Tapi saat itu Zara benar-benar tidak berdaya, tubuhnya terasa begitu lemas, untuk membuka mata saja bumi terasa bergoyang, membuat Zara ingin memuntahkan isi perutnya. Tapi semua sudah terjadi, waktu tidak akan bisa terulang kembali. Ardi pun sudah menjelaskan semuanya. Usaha apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN