Di hadapannya Dokter Ferdinand sudah terlihat pucat pasi. Ia pasti tak menyangka akhirnya akan seperti itu. Perjalanannya memanipulasi sakit Pak Gilang akhirnya selesai sampai di situ. "Sa—saya tidak melakukan apa-apa. Itu obat seperti biasanya," elak Dokter Ferdinand dengan gugup. Terlihat jelas ia ketakutan dan khawatir. Tentu saja pekerjaannya sebagai dokter sudah pasti akan kandas dengan kasus seperti itu. "Jelaskan nanti di kantor, kami sudah punya barang buktinya," ujar seorang polisi dengan tegas. Dokter Ferdinand kemudian digiring menuju mobil polisi yang sudah terparkir sejak tadi di bawah. Tinggal kepala rumah sakit, Gavin, dan Alea di sana. Juga Pak Gilang yang masih terkulai lemah dan tak berdaya. Apalagi sehabis diberi obat lagi oleh Dokter Ferdinand. "Maafkan apa ya

