Kantor Gavin

1007 Kata

"Iya, Bi. Alina itu polos belum pernah jauh dari kampung. Beda sama saya yang sudah kenal kehidupan, kuliah di Bandung," sahut Alea. Sebenarnya ia miris melihat adiknya sendiri berlaku seperti itu. Ia dipengaruhi oleh Bu Herni dan Helen. Sehingga apa yang dilakukan begitu menyebalkan. "Saya ke atas dulu ya, Bi," pamit Alea yang telah selesai membuat minuman untuk dirinya sendiri. Ia membuat jus mangga. Di rumah itu mudah sekali jika ingin jus, ada alat semacam blender pembuat jus yang tinggal memasukkan buah ke atasnya. Alea pun awalnya hanya melihat Bi Ijah, tapi akhirnya bisa juga. Alea melenggang pergi menuju ke kamar. Ia akan menunggu reaksi obat tidur itu bekerja. "Kak, gabung sini! Diem aja di kamar emang enggak bosen?" tanya Alina kala melihat kakaknya menaiki tangga di ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN