"Jujurlah, apa yang kau pikirkan sebenarnya?" tanya Gavin semakin penasaran dengan diamnya Alea. "Tidak apa-apa," jawab Alea sambil tersenyum dipaksakan. Ia tak ingin membawa siapapun ke dalam masalahnya. "Kamu aku bawa ke duaniaku, menghadapi semua masalahku. Tidak adil jika aku tak pernah tahu soal masalah yang kamu hadapi," tutur Gavin yang tak enak melihat Alea murung. Apalagi jika penyebabnya adalah dirinya. "Aku hanya ...." Bibir Alea terasa kelu untuk melanjutkan penyataannya soal ungkapan Alina tempo hari. "Apa?" desak Gavin yang tak sabar ingin tahu. "Sebenarnya Alina pernah bilang. Hem ...," ujar Alea kembali menggantung. Ia bingung bagaimana menemukan kata-kata yang pas untuk menyampaikan apa yang mengganjal di hatinya pada Gavin. "Alina bilang apa?" desak Gavin lagi

